Menebar Kedamaian Bukan Ketakutan: Refleksi Terhadap QS: Ali Imran [3]: 159

Agama hadir untuk menebar kedamaian, namun tidak jarang justru dijadikan pembenaran atas tindakan keras dan kekerasan. Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan bukan terletak pada ajaran Islam, melainkan pada cara memahami teks agama yang kaku, egois, dan jauh dari tujuan hakikinya. Memahami Dengan Bijak Bukan Ego Cukup banyak isu mengenai alih-alih mengatasnamakan agama hingga berujung kepada…

Read More

Keutamaan Sya’ban yang Sering Dilalaikan

  Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan memiliki filosofi spiritual yang saling berkaitan. Rajab adalah bulan menanam amal kebaikan, Sya’ban bulan menyiram dan merawatnya, sementara Ramadhan adalah waktu memanen hasilnya. Semakin serius persiapan seseorang, semakin besar keberhasilan spiritual yang diraih, sesuai sunnatullah. Ramadhan adalah bulan suci yang paling mulia karena di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, kalam Allah yang…

Read More

Loyalitas dan Pengabdian: Kajian Tematik Q.S. Al-‘Adiyāt Ayat 1-11 melalui Analogi Kuda Perang

Al-Qur’an tidak selalu membuka nasihat-Nya dengan perintah atau larangan. Terkadang, Allah memulai dengan sebuah adegan sebagaimana Q.S Al Adiyat ayat 1-11, derap kuda perang, napas yang memburu, percikan api dari kuku-kuku yang menghantam bumi, sebuah pemandangan yang sarat makna tentang loyalitas dan kepatuhan. berikut teks dan terjemah Ayat : وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا (١) فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا (٢)…

Read More

Kebahagiaan Hakiki dalam Perspektif Al-Qur’an

Dalam kehidupan modern, kebahagiaan sering diidentikkan dengan kekayaan, jabatan, dan popularitas. Namun realitas menunjukkan bahwa tidak sedikit orang yang memiliki segalanya secara materi, tetapi tetap merasa hampa dan gelisah. Islam memandang kebahagiaan sebagai kondisi batin yang lahir dari hubungan harmonis antara manusia dengan Allah SWT. Sebagaimana ungkapan hikmah: إن حسن علاقتك بالله من أكبر عوامل…

Read More

Harta Bersama dalam Perspektif KHI

Hukum keluarga di Indonesia memiliki keunikan melalui konsep harta bersama yang tidak ditemukan dalam literatur fikih klasik. Aturan ini lahir sebagai bentuk progresivitas hukum dalam menjawab tantangan zaman dan menjamin keadilan gender, terutama bagi istri yang memberikan kontribusi besar dalam rumah tangga. Konsep harta bersama atau gono-gini adalah harta yang diperoleh suami istri selama masa…

Read More

Dari Keteladanan ke Pengultusan: Tauhid dan Otoritas Dakwah Digital

Fenomena pengultusan figur publik merupakan gejala sosial yang terus berulang dalam berbagai konteks sejarah. Namun, pada masyarakat kontemporer, gejala tersebut mengalami transformasi signifikan seiring perkembangan media digital. Dalam konteks ini, apa yang kerap disebut sebagai kultus selebriti tidak lagi terbatas pada dunia hiburan, tetapi meluas ke ranah keagamaan, terutama melalui pengidolaan terhadap tokoh agama dan…

Read More

Batasan Antara Nashihah dan Ghibah Digital di Media Sosial: Tafsir QS. Al-Hujurat [49]: 6

Dewasa sekarang, Media sosial merupakan suatu ruang publik baru yang tidak memiliki sekat. Pada dasarnya, ini adalah sebuah kemajuan dalam cara berkomunikasi di era modern, akan tetapi timbul masalah baru, seringkali malah kritik ataupun asumsi pribadi berlindung di balik kata “nasihat”, padahal mengandung unsur ghibah (menggunjing) atau bahkan sampai pada tahap namimah (adu domba). Disini…

Read More

Dari Penindasan hingga Mi‘raj: Relasi Keluarga, dan Kasih Sayang Nabi

Pada masa awal dakwah, umat Islam mengalami penindasan berat. Mereka diboikot secara sosial dan ekonomi. Ummu Jamil, istri Abu Lahab, dikenal aktif menyakiti Rasulullah Saw dengan menebar duri di jalan yang biasa beliau lalui sebagai bentuk kebencian terhadap Islam. Tekanan juga datang dari keluarga elite Quraisy. Utbah dan ‘Utaibah, putra Abu Lahab, menikahi Ruqayyah dan…

Read More

Tradisi Tepung Tawar: Living Hadis Masyarakat Natuna

Hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur’an yang berfungsi sebagai penjelas dan pengaplikasi ajaran Islam dalam kehidupan umat. Hadis tidak hanya berperan sebagai dasar normatif dalam pembentukan hukum Islam, tetapi juga membimbing praktik keagamaan umat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pemahaman hadis tidak cukup berhenti pada aspek tekstual, melainkan perlu dilihat bagaimana…

Read More

Inklusivitas Dakwah: Tafsir QS. Al-Baqarah [2]: 256 Perspektif Tafsir Al-Misbah

Masyarakat modern ditandai oleh realitas pluralitas, baik dari segi agama, budaya, maupun cara pandang. Kondisi ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi aktivitas dakwah Islam, khususnya ketika dakwah dipahami secara sempit sebagai upaya penyeragaman keyakinan. Pendekatan dakwah yang eksklusif dan koersif berpotensi menimbulkan resistensi sosial serta menjauhkan dakwah dari nilai rahmatan lil ‘alamin. Al-Qur’an sebagai sumber utama…

Read More