Setiap tanggal 22 Desember, ribuan foto Ibu diunggah di media sosial dengan caption yang sangat menyentuh. Semua itu adalah ekspresi cinta yang indah. Namun, pernahkah kita bertanya di tengah riuhnya perayaan ini: kado terbaik untuk Ibu menurut Al-Qur’an apa yang sebenarnya paling diinginkan untuk kita berikan?
Jika kita membuka lembaran mushaf, Al-Qur’an ternyata tidak memberikan instruksi tentang kado materi. Sebaliknya, Al-Qur’an memberikan sebuah daftar kado spiritual dan etika yang jauh lebih abadi dan menyentuh relung jiwa seorang ibu.
Kado Lisan: Qaulan Karima sebagai Kado Terbaik untuk Ibu
Dalam Surah Al-Isra ayat 23, Allah SWT memberikan rambu-rambu yang sangat ketat dalam berinteraksi dengan orang tua. Berikut bunyi teks ayatnya:
اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا
Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. (Al-Isra'[17]:23)
Allah melarang kita berucap “Ah” atau “Uf”, sebuah ungkapan kecil yang menunjukkan kejengkelan atau rasa tidak suka yang membuat hati ibu menjadi sakit. Sebagai gantinya, Allah memerintahkan kita memberikan kado berupa Qaulan Karima atau perkataan yang mulia.(Ahmad bin Mustafa al-Marāghī 1946, Jilid 15 Hal 31)
Di era media sosial yang serba cepat ini, kado Qaulan Karima adalah tentang pengendalian emosi. Ia mewujud dalam bentuk kesabaran kita saat menjelaskan sesuatu yang tidak dipahami Ibu, kelembutan intonasi suara saat berbicara di telepon, hingga ketenangan kita dalam menyikapi nasihatnya yang mungkin terdengar kuno. Kata-kata yang santun bukan sekadar etika, melainkan kado yang mampu membasuh kelelahan hati seorang ibu jauh lebih efektif daripada kemewahan materi.
Kado Kerendahan Hati: Makna Bakti kepada Ibu
Banyak anak yang setelah sukses, tanpa sadar merasa lebih pintar atau lebih hebat dari ibunya yang mungkin hanya di rumah. Namun, Surah Al-Isra ayat 24 Allah berfirman:
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ
Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang (Al-Isra'[17]:24)
Dalam tafsirnya Wahbah az-Zuḥailī (1991, Jilid 15 Hal 49) menjelaskan bahwa Wakhfiḍ lahumā janāḥaż-żulli ini digambarkan seperti burung yang merundukkan sayapnya. Kado terbaik untuk Ibu adalah saat kita, sehebat apa pun jabatan atau setinggi apa pun pendidikan kita, tetap merasa menjadi anak kecil yang butuh nasihat dan doanya. Menanggalkan ego di depan Ibu adalah bentuk kemuliaan yang Al-Qur’an ajarkan.
Kado Doa: Hadiah Terbaik untuk Ibu yang Tak Terbatas Waktu
Terakhir, kado yang paling dinanti oleh setiap ibu baik yang masih ada maupun yang sudah berpulang adalah doa. Allah berfirman Surah Al-Isra'[17]:24:
وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ
dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.”(Al-Isra'[17]:24)
Ini adalah kado yang tidak bisa dibeli dengan uang. Bagi Ibu yang sudah tiada, doa anak yang saleh adalah satu-satunya kiriman paket yang paling dinanti di alam barzakh. Dan bagi yang masih hidup, mengetahui anaknya selalu menyebut namanya dalam sujud adalah ketenangan batin yang tak ternilai.(‘Abd al-Raḥmān ibn ‘Alī ibn Muḥammad al-Jawzī, t.t., Hal 10)
sebagai penutup : Hari Ibu 22 Desember adalah momentum pengingat. Tentu, memberikan bunga atau hadiah fisik sangatlah baik sebagai tanda kasih. Namun, jangan lupakan kado “langit” yang telah digariskan Al-Qur’an: pengakuan atas jasanya, lisan yang santun, sikap yang rendah hati, dan doa yang tulus.
Sebab pada akhirnya, kado terbaik untuk Ibu tidak selalu terbungkus pita cantik. Seringkali, kado itu terbungkus dalam sabar yang luas dan binar mata kita saat memandangnya dengan penuh hormat.
Wallahu A’lam
Referensi
Abd al-Raḥmān ibn ‘Alī ibn Muḥammad al-Jawzī. t.t. Birru al-Wālidayn. Maktaba al-Shamilah.
Ahmad bin Mustafa al-Marāghī. 1946. Tafsir al-Marāghī. Pertama. Mustafa al-Bābī al-Ḥalab.
Wahbah az-Zuḥailī. 1991. At-Tafsīr al-Munīr fī al-‘Aqīdah wa asy-Syarī‘ah wa al-Manhaj. Pertama. Dār al-Fikr.

Muhammad Nabil Husain | Founder Teras Afkar, mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta, alumni Pondok Pesantren Dar al-Tauhid Arjawinangun, Cirebon.


One thought on “Kado Terbaik untuk Ibu Menurut Al-Qur’an: Tafsir QS. Al-Isra Ayat 23–24”
Comments are closed.