Muhammad Nabil Husain's avatar

Muhammad Nabil Husain

Muhammad Nabil Husain | Founder Teras Afkar, mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta, alumni Pondok Pesantren Dar al-Tauhid Arjawinangun, Cirebon.

Keutamaan Sya’ban yang Sering Dilalaikan

  Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan memiliki filosofi spiritual yang saling berkaitan. Rajab adalah bulan menanam amal kebaikan, Sya’ban bulan menyiram dan merawatnya, sementara Ramadhan adalah waktu memanen hasilnya. Semakin serius persiapan seseorang, semakin besar keberhasilan spiritual yang diraih, sesuai sunnatullah. Ramadhan adalah bulan suci yang paling mulia karena di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, kalam Allah yang…

Read More

Harta Bersama dalam Perspektif KHI

Hukum keluarga di Indonesia memiliki keunikan melalui konsep harta bersama yang tidak ditemukan dalam literatur fikih klasik. Aturan ini lahir sebagai bentuk progresivitas hukum dalam menjawab tantangan zaman dan menjamin keadilan gender, terutama bagi istri yang memberikan kontribusi besar dalam rumah tangga. Konsep harta bersama atau gono-gini adalah harta yang diperoleh suami istri selama masa…

Read More

Dari Penindasan hingga Mi‘raj: Relasi Keluarga, dan Kasih Sayang Nabi

Pada masa awal dakwah, umat Islam mengalami penindasan berat. Mereka diboikot secara sosial dan ekonomi. Ummu Jamil, istri Abu Lahab, dikenal aktif menyakiti Rasulullah Saw dengan menebar duri di jalan yang biasa beliau lalui sebagai bentuk kebencian terhadap Islam. Tekanan juga datang dari keluarga elite Quraisy. Utbah dan ‘Utaibah, putra Abu Lahab, menikahi Ruqayyah dan…

Read More

Kritik Nalar Arab-Islam: Mengapa Kita Masih Terjebak pada Romantisme Masa Lalu

Wacana keislaman hari ini tengah menghadapi tantangan serius berupa stagnasi intelektual yang berakar dari keterpautan berlebih pada masa lalu. Terdapat kecenderungan kuat di mana ijtihad manusia yang lahir dalam ruang sejarah tertentu mengalami proses sakralisasi, sehingga dianggap setara dengan wahyu yang bersifat absolut. Kondisi ini membuat kemampuan berpikir kritis melemah, sehingga agama lebih sering dipahami…

Read More

Misteri Waktu dan Runtuhnya Bangsa: Dialektika QS. Al-A‘raf: 34 Perspektif Al-Razi

Dalam panggung sejarah, tidak ada kekaisaran yang abadi. Setiap peradaban, sekuat apa pun fondasi militernya, memiliki titik nadir yang tak terelakkan. Al-Quran secara gamblang menegaskan realitas ini dalam Surah Al-A‘raf ayat 34: وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذا جاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ ساعَةً وَلا يَسْتَقْدِمُونَ “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak…

Read More

Al-Qira’ah dan Al-Tilawah dalam Literasi Qur’ani

Al-Qur’an bukan sekadar teks statis, melainkan mukjizat hidup yang menuntut interaksi aktif dari pembacanya. Dalam khazanah ilmu Al-Qur’an, kita sering menjumpai dua istilah utama yang merujuk pada aktivitas berinteraksi dengan wahyu: Al-Qira’ah dan Al-Tilawah. Meski dalam bahasa Indonesia keduanya sering diterjemahkan secara sederhana sebagai “membaca”, secara etimologis dan terminologis keduanya memiliki perbedaan mendasar yang tajam…

Read More

Haji Berulang dan Kepedulian Sosial: Mana yang Lebih Utama di Sisi Allah?

Fenomena keberagamaan di Indonesia sering kali menampilkan wajah yang paradoks. Di satu sisi, antusiasme umat Islam untuk berangkat ke Tanah Suci begitu meluap, terlihat dari daftar tunggu (waiting list) haji yang kini mencapai puluhan tahun di berbagai daerah. Di sisi lain, potret ketimpangan sosial masih sangat kasat mata; di mana kemegahan ritual sering kali berdiri…

Read More

Kado Terbaik untuk Ibu Menurut Al-Qur’an: Tafsir QS. Al-Isra Ayat 23–24

Setiap tanggal 22 Desember, ribuan foto Ibu diunggah di media sosial dengan caption yang sangat menyentuh. Semua itu adalah ekspresi cinta yang indah. Namun, pernahkah kita bertanya di tengah riuhnya perayaan ini: kado terbaik untuk Ibu menurut Al-Qur’an apa yang sebenarnya paling diinginkan untuk kita berikan? Jika kita membuka lembaran mushaf, Al-Qur’an ternyata tidak memberikan…

Read More

Melihat Natal dengan Hati Sejuk: Menelusuri Jejak Damai Nabi Isa di QS. Maryam [19]:33

Di Indonesia, bulan Desember sering kali membawa atmosfer yang unik. Di satu sisi, kita melihat kemeriahan lampu warna-warni dan pohon cemara di pusat perbelanjaan, namun di sisi lain, ruang digital kita kerap memanas oleh debat tahunan mengenai hukum ucapan selamat atau batasan toleransi. Di tengah riuh rendah tersebut, kita sering kali lupa untuk kembali ke…

Read More