NU di Abad Kedua: Masihkah Membutuhkan Otoritas?

Kenyataan bahwa manusia modern hidup dalam dunia yang mengagungkan kesetaraan (egaliter), hampir tak terbantahkan lagi. Hal demikian semakin terlihat jelas dalam wujud hierarki yang dicurigai, otoritas yang diuji, dan tuntutan atas segala bentuk relasi vertikal yang harus bisa memberi justifikasi. Dalam ruang kesadaran seperti ini, tak heran jika struktur sosial yang bertumpu pada figur dan…

Read More

Harta Bersama dalam Perspektif KHI

Hukum keluarga di Indonesia memiliki keunikan melalui konsep harta bersama yang tidak ditemukan dalam literatur fikih klasik. Aturan ini lahir sebagai bentuk progresivitas hukum dalam menjawab tantangan zaman dan menjamin keadilan gender, terutama bagi istri yang memberikan kontribusi besar dalam rumah tangga. Konsep harta bersama atau gono-gini adalah harta yang diperoleh suami istri selama masa…

Read More

Dari Keteladanan ke Pengultusan: Tauhid dan Otoritas Dakwah Digital

Fenomena pengultusan figur publik merupakan gejala sosial yang terus berulang dalam berbagai konteks sejarah. Namun, pada masyarakat kontemporer, gejala tersebut mengalami transformasi signifikan seiring perkembangan media digital. Dalam konteks ini, apa yang kerap disebut sebagai kultus selebriti tidak lagi terbatas pada dunia hiburan, tetapi meluas ke ranah keagamaan, terutama melalui pengidolaan terhadap tokoh agama dan…

Read More

Kafa’ah: Seni Menyelaraskan Prinsip yang Berbeda

Seringkali kita mendengar kalimat manis, “Cinta itu menyatukan perbedaan.” Namun dalam realita pernikahan, cinta saja kadang tak cukup kuat menahan guncangan jika prinsip dasar kita sudah jauh berbeda. Perbedaan yang awalnya terasa kecil, bisa berubah jadi duri yang menyesakkan saat kita mulai hidup satu atap. Mengenai hal ini, Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitabnya Al-Fiqh al-Islami…

Read More

Kritik Nalar Arab-Islam: Mengapa Kita Masih Terjebak pada Romantisme Masa Lalu

Wacana keislaman hari ini tengah menghadapi tantangan serius berupa stagnasi intelektual yang berakar dari keterpautan berlebih pada masa lalu. Terdapat kecenderungan kuat di mana ijtihad manusia yang lahir dalam ruang sejarah tertentu mengalami proses sakralisasi, sehingga dianggap setara dengan wahyu yang bersifat absolut. Kondisi ini membuat kemampuan berpikir kritis melemah, sehingga agama lebih sering dipahami…

Read More

Haji Berulang dan Kepedulian Sosial: Mana yang Lebih Utama di Sisi Allah?

Fenomena keberagamaan di Indonesia sering kali menampilkan wajah yang paradoks. Di satu sisi, antusiasme umat Islam untuk berangkat ke Tanah Suci begitu meluap, terlihat dari daftar tunggu (waiting list) haji yang kini mencapai puluhan tahun di berbagai daerah. Di sisi lain, potret ketimpangan sosial masih sangat kasat mata; di mana kemegahan ritual sering kali berdiri…

Read More