Konsep Hikmah Dalam QS  Al-Baqarah [2]: 269 Dan Aktualisasi Nya Dalam Pendidikan dan Kepemimpinan Modern

Jika ilmu adalah sebuah peta, maka Hikmah adalah kompasnya. Tanpa Hikmah, seorang pemimpin hanya akan berjalan cepat tanpa arah, dan seorang pendidik hanya akan mentransfer data tanpa membentuk jiwa. Mari kita bedah bagaimana QS. Al-Baqarah [2]: 269 menjadi kunci transformasi pendidikan dan gaya kepemimpinan di abad ke-21

Berikut ayat dan terjemahnya  :

يُّؤْتِى الْحِكْمَةَ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ اُوْتِيَ خَيْرًا كَثِيْرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ

Artinya : Dia (Allah) menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Siapa yang dianugerahi hikmah, sungguh dia telah dianugerahi kebaikan yang banyak. Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran (darinya), kecuali ululalbab.

Allah Ta‘ala menyebutkan dalam ayat sebelumnya bahwa manusia terbagi menjadi dua golongan: kemudian Allah menyusulinya dengan menyebutkan contoh nyata dari keimanan. Allah menjelaskan hal yang mendorong manusia untuk berinfak di jalan Allah, terutama dalam konteks berjihad melawan musuh-musuh Allah. Sebab, jihad di jalan kebenaran memiliki tiga medan utama:

  1. Jihad dengan hujjah dan argumentasi, yakni berjuang melalui penjelasan dan pembuktian kebenaran dengan dalil.
  2. Jihad dengan jiwa, yaitu berperang dan berkorban secara fisik demi meninggikan kalimat Allah.
  3.  Jihad dengan harta, yakni mengorbankan kekayaan untuk mendukung perjuangan Islam.

Setelah beberapa ayat sebelumnya menjelaskan tentang pentingnya dakwah, kesabaran dalam perjuangan, serta kesiapan jiwa menghadapi ujian, kemudian memasuki pembahasan yang lebih praktis yaitu pengorbanan harta di jalan Allah. Pada pembahasan ini hikmah dan Ulul A-lbab, sebagai penjelasan bahwa infak bukan hanya tindakan fisik, tetapi buah dari kedalaman iman dan kecerdasan ruhani.

Menurut Tafsir Qur’an Al-Azim jilid ke 1, hal.223  bahwa hikmah adalah Pengetahuan tentang Al-Qur’an  Maksudnya, yaitu tafsir Al-Qur’an, karena kata Ibnu ‘Abbas Al-Qur’an itu dibaca oleh orang baik maupun orang jahat, Yang dimaksud dengan al-hikmah adalah ketepatan dalam perkataan.” (al-iṣābah fī al-qawl).  firman Allah: Dia menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki bukanlah kenabian, tetapi ilmu, pemahaman mendalam (fiqh), dan Al-Qur’an. Pokok dari hikmah adalah rasa takut (khusyuk) kepada Allah”

 Terdapat juga penjelasan dalam kitab Tafsir Fathul Bayan jilid ke 1, hal.371 hikmah adalah kenabian, yaitu kedudukan tertinggi ketika seseorang dipilih Allah untuk menjadi pembawa wahyu dan penuntun manusia. Allah memberikan al-hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki.  Ada pula ulama seperti Ad-Dahhak yang menafsirkan bahwa al-hikmah adalah Al-Qur’an dan kemampuan memahaminya. Ia menegaskan bahwa kitab suci Allah mengandung ilmu besar serta ayat tentang halal dan haram, yang seluruhnya wajib dipelajari oleh orang beriman.

Sedangkan Menurut Tafsir AlJami liAḥkam alQur’an  jilid ke 1, hal.329 Allah memberi hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Ulama berbeda penekanan, namun intinya satu yaitu ketepatan dan kekuatan dalam perbuatan, yakni sesuatu yang mencegah dari kebodohan dan perbuatan buruk Hikmah bisa bermakna kenabian, Pemahaman Al-Qur’an dan fiqh di dalamnya, Akal yang lurus dalam agama, rasa takut kepada Allah, dan wara’ (menjaga diri dari yang jelek). Mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak pun disebut hikmah yang dapat menolak bencana dari manusia.

Ayat ini berbicara tentang karunia ilahi berupa hikmah, yaitu kemampuan memahami kebenaran secara mendalam, menggunakan ilmu serta akal secara benar untuk mencapai kemaslahatan dunia dan akhirat.Menurut Ibn Katsir, hikmah berarti pemahaman terhadap Al-Qur’an dan sunnah, serta kemampuan mengamalkannya dengan benar.  Dalam pandangan Islam, hikmah merupakan puncak ketakwaan. Allah tidak menganugerahkan hikmah kepada semua orang, melainkan hanya kepada mereka yang bersungguh-sungguh dalam kebenaran dan serta ke ikhlasan.

Dalam Dunia Pendidikan Ayat ini mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan sejati bukan hanya tentang menguasai data dan teori, tetapi juga tentang memahami makna kehidupan dan moralitas di balik ilmu tersebut. Pendidikan masa kini sering terjebak dalam orientasi kognitif dan materialistik, mengejar gelar dan karier tanpa menumbuhkan karakter dan kebijaksanaan.  

QS. Al-Baqarah ayat 269 menuntun dunia pendidikan agar mengintegrasikan aspek intelektual, spiritual, dan etis . Guru dan pelajar dituntut untuk memiliki hikmah dalam mencari ilmu: menimbang mana yang bermanfaat, menghindari yang sia-sia, dan menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian kepada Allah. Dalam konteks ini, pendidikan Islam yang berlandaskan hikmah harus melahirkan generasi yang bukan hanya “cerdas otaknya”, tetapi juga “jernih hatinya”

Dalam Kepemimpinan dan Pemerintahan Kepemimpinan yang berhikmah adalah kepemimpinan yang adil, sabar, dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Seorang pemimpin berhikmah tidak bertindak atas dasar emosi, tekanan politik, atau kepentingan kelompok, tetapi berdasarkan prinsip kebenaran dan kemaslahatan umum. Ayat ini menjadi pedoman bagi pemimpin modern agar tidak hanya mengandalkan kemampuan, tetapi juga kearifan moral dan spiritual. Dalam konteks negara modern, hikmah harus menjadi dasar perumusan kebijakan publik, penegakan hukum, dan penyelesaian konflik sosial. Pemimpin berhikmah akan mampu menyeimbangkan antara kepentingan dunia dan tanggung jawab akhirat.

QS. Al-Baqarah ayat 269 menegaskan bahwa hikmah melahirkan kejernihan akal, ketepatan dalam perkataan dan perbuatan, serta kemampuan melihat dampak suatu keputusan secara bijaksana. Karena itu mereka yang memiliki akal bersih dan hati yang tunduk kepada Allah yang dapat memahami dan mengambil pelajaran darinya. Dengan demikian, tema utama dari ayat ini adalah bahwa hikmah merupakan kekuatan yang bertakwa, mengarahkan Pendidikan dan melahirkan kepemimpinan yang adil dan berintegritas. Siapa yang dianugerahi hikmah, maka Allah telah memberinya kebaikan yang sangat banyak baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat yang ia pimpin dan layani.

Wallahu A’lam