Identitas Buku
Judul: Kaidah Tafsir Berbasis Terapan: Pedoman bagi para Pengkaji Al-Qur’an
Penulis: Dr. H. Ahmad Husnul Hakim Imzi, M.A.
Penerbit: Yayasan eLSIQ (Lembaga Studi Ilmu Al-Qur’an) – Tabarok Ar-Rohman
Tahun Terbit: Agustus 2024 (Cetakan III)
Tebal Buku: x + 244 Halaman
Latar Belakang dan Urgensi Penulisan
Kehadiran buku karya Dr. Ahmad Husnul Hakim Imzi, M.A. ini dilatarbelakangi oleh sebuah kegelisahan akademik mengenai banyaknya pengkaji Al-Qur’an yang memahami teori tafsir secara tekstual namun gagap saat harus menerapkannya pada ayat-ayat yang nyata. Penulis menyadari bahwa memahami Al-Qur’an memerlukan “alat bedah” yang presisi agar penafsir tidak terjebak dalam pemaknaan yang subjektif atau sekadar mengikuti asumsi pribadi. Penulis meramu buku ini bukan sekadar sebagai kamus teori, melainkan sebagai kompas praktis yang menuntun pembaca memahami alasan di balik pemilihan diksi tertentu dalam Al-Qur’an.

Intisari dan Cakupan Materi
Isi buku ini membawa pembaca masuk ke dalam pemetaan kaidah yang sangat sistematis dan aplikatif. Pembahasan dimulai dari kaidah kebahasaan krusial, seperti penggunaan huruf ‘athaf (kata sambung) Wawu, Fa’, dan Tsumma yang memiliki implikasi makna berbeda terhadap urutan peristiwa dalam ayat. Penulis juga membedah penggunaan bentuk kata tunggal (mufrad) dan jamak (jama’), seperti analisis pada term al-sama’ dan al-samawat atau perbedaan antara al-zulumat yang selalu jamak dan al-nur yang selalu tunggal. Bagian yang paling menarik adalah bab mengenai kata-kata yang tampak serupa namun tidak sama (mutaradif), di mana penulis menjelaskan perbedaan halus antara term khauf dan khasyyah, serta penggunaan kata basyar, al-nas, dan al-insan. Selain itu, buku ini mengulas kaidah kata bermakna ganda (al-wujuh) serta pengaruh perubahan kata kerja transitif dan intransitif terhadap kedalaman tafsir.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan: Terletak pada pendekatannya yang benar-benar berbasis terapan, di mana setiap penjelasan teoretis selalu diikuti dengan contoh ayat dan cara pengoperasian kaidahnya secara langsung. Bahasanya mengalir dengan sistematika yang rapi.
Kekurangan: Terasa terlalu ringkas bagi peneliti tingkat lanjut yang mengharapkan perdebatan filosofis luas.
Tentang Pengarang
Dr. H. Ahmad Husnul Hakim Imzi, M.A. adalah seorang pakar Ulumul Qur’an kelahiran Pamekasan (1967) dengan latar belakang pendidikan pesantren dan akademik yang sangat kuat. Beliau menempuh pendidikan di Ponpes Bahrul Ulum Jombang dan menjalani program takhassus menghafal Al-Qur’an di bawah asuhan K.H. M. Mufid Mas’ud di Yogyakarta. Beliau adalah juara I STQ Nasional bidang Tahfiz 30 juz dan Tafsir, serta peraih gelar Doktor dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan predikat disertasi terbaik. Pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin di Institut PTIQ Jakarta dan aktif sebagai anggota Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kemenag RI serta Dewan Pakar di Pusat Studi al-Qur’an (PSQ).
Kesimpulan dan Rekomendasi
Secara keseluruhan, buku ini merupakan kontribusi berharga dalam khazanah ilmu Al-Qur’an di Indonesia. Sangat direkomendasikan bagi mahasiswa jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), para santri, serta masyarakat umum yang ingin memahami makna Al-Qur’an melampaui sekadar teks terjemahan.

Muhammad Nabil Husain | Founder Teras Afkar, mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta, alumni Pondok Pesantren Dar al-Tauhid Arjawinangun, Cirebon.

